Emosi merupakan
sesuatu yang sifatnya personal dan subjektif. Emosi dapat bersifat universal. Seperti
misalnya, kita menunjukkan sudut bibir tertarik ke belakang dan ke atas, dengan
memperlihatkan gigi atau tidak, pipi terangkat, mata tampak menyipit dan
melengkung, maka siapapun akan
mengetahui bahwa ekspresi yang kita tunjukkan adalah ekspresi bahagia.
Emosi tidak
hanya merupakan sensasi yang muncul dari dalam diri kita, namun emosi dapat
menunjukkan ekspresi atau perilaku apa yang nantinya kita akan munculkan. Maka dari
itu dapat dikatakan bahwa emosi dapat menyebabkan perubahan fisiologis yaitu
sensasi yang ditimbulkan oleh tubuh kita, kesadaran subjektif yaitu bagaimana
kita menginterpretasikan sensasi yang timbul dan pada akhirnya kita akan
memanifes sensasi tersebut dalam sebuah perilaku atau ekspresi.
Saat ini ,
sering kali kita menemukan emosi dapat menimbulkan dampak yang negatif. Seperti
halnya emosi dapat menimbulkan perilaku yang destruktif ataupun dapat
menyebabkan stress. Maka dari itu penting untuk kita mengetahui bagaimana cara
yang tepat untuk mengendalikan emosi. Seperti halnya cerita inspiratif dibawah
ini :
Pemenang Kehidupan
Suatu hari, dua orang sahabat
menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata
melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel
menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan
bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada
sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan
itu?”
Sahabatnya menjawab, “Lho,
kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah
sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”
“Tapi dia melayani kita dengan
buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau
bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada
kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan
dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung
jawab atas diri sendiri.”
Mari kita
merenung sejenak, apakah kita pernah melakukan hal tersebut?
Cerita diatas
menunjukkan bahwa orang tersebut mampu mengatur emosinya dengan baik sehingga
ia mampu mengendalikan perilaku apa yang sebaiknya ia munculkan. Sebaiknya dari
saat ini kita belajar untuk mengatur dan mengendalikan emosi. Jangan sampai
emosi yang mengendalikan diri kita.
“Menyelesaikan
permasalahan dengan emosi atau kemarahan hanya akan menimbulkan permasalahan
lainnya – Anonim”
Source :
Atwater, E (1983). Psychological of Adjustmen. 2nd Ed.New Jersey : Prentice
Hall.inc