Senin, 21 Oktober 2013

PERILAKU ITU MUNCUL AKIBAT EMOSIKU SENDIRI




Emosi merupakan sesuatu yang sifatnya personal dan subjektif. Emosi dapat bersifat universal. Seperti misalnya, kita menunjukkan sudut bibir tertarik ke belakang dan ke atas, dengan memperlihatkan gigi atau tidak, pipi terangkat, mata tampak menyipit dan melengkung,  maka siapapun akan mengetahui bahwa ekspresi yang kita tunjukkan adalah ekspresi bahagia.

Emosi tidak hanya merupakan sensasi yang muncul dari dalam diri kita, namun emosi dapat menunjukkan ekspresi atau perilaku apa yang nantinya kita akan munculkan. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa emosi dapat menyebabkan perubahan fisiologis yaitu sensasi yang ditimbulkan oleh tubuh kita, kesadaran subjektif yaitu bagaimana kita menginterpretasikan sensasi yang timbul dan pada akhirnya kita akan memanifes sensasi tersebut dalam sebuah perilaku atau ekspresi.

Saat ini , sering kali kita menemukan emosi dapat menimbulkan dampak yang negatif. Seperti halnya emosi dapat menimbulkan perilaku yang destruktif ataupun dapat menyebabkan stress. Maka dari itu penting untuk kita mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mengendalikan emosi. Seperti halnya cerita inspiratif dibawah ini :

Pemenang Kehidupan

Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Mari kita merenung sejenak, apakah kita pernah melakukan hal tersebut?

Cerita diatas menunjukkan bahwa orang tersebut mampu mengatur emosinya dengan baik sehingga ia mampu mengendalikan perilaku apa yang sebaiknya ia munculkan. Sebaiknya dari saat ini kita belajar untuk mengatur dan mengendalikan emosi. Jangan sampai emosi yang mengendalikan diri kita

“Menyelesaikan permasalahan dengan emosi atau kemarahan hanya akan menimbulkan permasalahan lainnya – Anonim”

Source :
 Atwater, E (1983). Psychological of Adjustmen. 2nd Ed.New Jersey : Prentice Hall.inc

http://iphincow.com/2013/09/14/pemenang-kehidupan/#more-928